Senin, 06 Juni 2016

Tugas Ilmu Budaya Dasar



Hana Mansjur ( NPM : 13115011) - 1KA18





Pengaruh Budaya Korea Terhadap Penjualan Produk Korea di Indonesia


        Saat ini, Indonesia merupakan negara yang paling sering mengimpor produk Korea dikarenakan banyaknya permintaan dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Hal tersebut tidak bisa dilepas dari budaya Korea yang sudah meluas di Indonesia. Mulai dari remaja hingga dewasa di Indonesia sudah tahu apa saja ciri khas dari Korea, contohnya lagu-lagu dan drama Korea. Selain itu, banyak sekali remaja di Indonesia sangat mengidolakan artis Korea. Mereka bisa melihat secara mudah apa saja hal yang dilakukan oleh idola mereka melalui media sosial, seperti Twitter, Youtube, dll. Hal itu disebabkan Indonesia sudah memasuki tahap globalisasi. Menurut Artikelsiana.com, globalisasi merupakan suatu proses masuknya negara ke dalam pergaulan dunia, sehingga membuat suatu negara semakin kecil atau sempit dikarenakan kemudahan dalam berinteraksi antarnegara baik itu dalam perdagangan, teknologi, pertukaran informasi,  dan gaya hidup maupun dengan bentuk-bentuk interaksi lainnya. Berdasarkan penjelasan tersebut sudah jelas bahwa globalisasi menyebabkan mudahnya budaya Korea masuk di Indonesia, sehingga membuat perubahan terhadap pergaulan dan gaya hidup remaja dan dewasa di Indonesia. 


     Bagi masyarakat Indonesia yang sangat menggemari drama Korea tentu tahu produk yang sering digunakan oleh aktor dan aktris  di dalam drama tersebut. Dimulai dari pakaian, kecantikan, makanan, tekonologi, lembaga pendidikan, kesehatan, desain interior hingga produk unik seperti boneka yang menggambarkan tokoh utama dalam drama tersebut. Di dalam drama Korea para aktor dan aktris juga sering beradegan dengan menggunakan masker wajah, hal ini disebabkan masyarakat Korea yang sangat gemar berdandan, hal ini juga yang menyebabkan masyarakat Indonesia terutama wanita ingin juga mencoba masker yang digunakan oleh aktor dan aktris Korea tersebut. Bahkan, masyrakat Indonesia terutama wanita tidak jarang yang langsung mencari jenis masker yang mereka inginkan di situs-situs penjualan produk kecantikan Korea. Saat ini, sudah banyak situs-situs penjualan produk kecantikan Korea di Indonesia, contohnya KoreaBuys. Menurut dailysocial.id, KoreaBuys dengan Alex Won selaku Founder dan CEO, menyediakan produk kecantikan dan fashion asli buatan Korea di Indonesia, hingga saat ini KoreaBuys telah memiliki sebanyak 49.000 SKU (Stock Keeping Unit) yang terdiri dari produk kecantikan dan fashion, semua berasal dari 242 brand asli Korea. Selain itu, menurut bbc.com, tahun lalu, Korea Selatan mengekspor produk-produk kecantikan senilai lebih dari US$2,64 miliar. Jumlah yang tinggi, menurut Korea Customs Service, dibandingkan dengan tahun 2012 dan 2014 yang masing-masing senilai US$1 miliar dan US$1,91 miliar. Hal ini tentu tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang menyebabkan hasil ekspor produk kecantikan Korea meningkat. 


      Selain produk kecantikan dalam drama Korea, para penggemar drama Korea di Indonesia tentunya terkadang bingung oleh bahasa yang diucapkan oleh para tokoh yang ada dalam drama tersebut, bahkan bahasa yang digunakan juga mengandung makna yang lain jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Bahasa tersebut juga yang menjadi ciri khas masyarakat Korea dalam kehidupan sehari-hari hingga menjadi budaya yang menarik bagi para penggemar drama Korea di Indonesia. Untuk dapat mengerti bahasa Korea, para penggemar Korea ini pun tidak jarang yang mengambil kursus bahasa Korea agar dapat lebih memahami apa yang dimaksud oleh aktor atau aktris dalam drama Korea favorit mereka. Budaya Korea juga diminati oleh para pelajar Indonesia hingga membuat para pelajar tersebut ingin melanjutkan pendidikan ke Korea. Namun, sistem pendidikan di Korea yang mengharuskan menggunakan bahasa Korea itu sendiri, sehingga mengharuskan pelajar dari luar yang ingin mengikuti pendidikan di Korea harus mengikuti kursus bahasa Korea. Tidak hanya pelajar, masyarakat Indonesia pun ada yang ingin bekerja di Perusahaan Korea, karena perekonomian Korea yang sangat melaju pesat pada tahun-tahun ini. Menurut artikel yang terdapat di nasional.kompas.com, lembaga-lembaga kursus bahasa Korea yang ada umumnya menawarkan kursus persiapan ujian bahasa Korea atau Korean Language Proficiency Test (KLPT) yang menyiapkan peserta agar bisa lulus semacam tes TOEFL yang menjadi syarat bagi warga negara asing yang hendak bekerja di perusahaan-perusahaan di Korea. Pada tahun 2016 ini sudah banyak lembaga kursus bahasa Korea di Indonesia salah satu diantaranya menurut nasional.kompas.com adalah Corner Language di kawasan Radio Dalam yang berdiri sejak tahun 2005. 
 
     Kaum muda masyarakat Korea yang gemar meciptakan inovasi dalam berbusana ternyata juga menjadi cerminan bagi para remaja di Indonesia. Saat ini sudah banyak ditemukan pakaian ala Korea, khususnya bagi wanita. Model pakaian Korea yang menarik bahkan dipentaskan dalam acara Jakarta Fashion Week tahun 2015 lalu. Menurut artikel yang terdapat di lifestyle.liputan6.com, acara itu menampilkan pakaian Korea yang dirancang oleh desainer asal Korea bernama Sujinn Kim dengan labelnya Soulpot Studio. Desainer tersebut menampilkan pakaian yang berwarna cerah dan dan bertajuk ‘Wild Flower’. Selain itu, pada tahun 2016 ini diadakan acara Jakarta Fashion Week 2016, bahkan menurut jakartafashionweek.co.id, perancang busana Indonesia yang bernama Patrick Owen akan berkolaborasi bersama Sujinn Kim dalam menampilkan pakaian mereka sebagai wujud pertukaran budaya dari negara masing-masing di bawah naungan label Sujinn Kim itu sendiri, yaitu Soulput Studio. Perancang busana lainnya dari Indonesia yang bernama Monika Jufry juga mengangkat tema pakaiannya yang berkaitan dengan Korea Selatan. Menurut feed.id, desainer dari salah satu pendiri “Hijabers Mom Community” ini akan mementaskan pakaiannya yang terinspirasi dari Han Bok, yaitu pakaian tradisional Korea. Budaya cara berpakaian ala Korea yang terus meluas di Indonesia seperti ini tentu akan membuat masyarakat Indonesia, terutama wanita, akan selalu terinspirasi untuk membuat kreasi pakaian yang berhubungan dengan Korea, karena tren mode pakaian akan selalu mengikuti perkembangan zaman dan saat ini pakaian ala Korea yang sedang berdominasi di Indonesia. Hal ini juga yang menyebabkan penjualan baju yang terinspirasi dari desain ala Korea laris di Indonesia dari tahun-tahun sebelumnya.
 
    Para remaja hingga dewasa di Korea yang selalu mengidolakan penyanyi di negaranya ternyata juga diikuti oleh para remaja dan dewasa di Indonesia yang mengidolakan penyanyi Korea, yang disebut K-POP (Korean Pop) atau Hallyu Wave. Menurut artikel yang ditulis di kompasiana.com oleh Riki Fatayati, penyebab remaja hingga dewasa di Indonesia mengidolakan penyanyi Korea adalah karena pengaruh dari lingkungan di sekitarnya dan ketertarikan yang berlebihan karena wajah-wajah tampan dan cantik para artis-artis Korea yang mungkin tidak pernah mereka jumpai di negara mereka. Bahkan tidak jarang penggemar penyanyi Korea di Indonesia membeli album serta merchandise resmi dari pihak agensi artis yang mengeluarkan album dan merchandise tersebut. Di era globalisasi ini, tentu sudah sangat mudah untuk mendapatkannya karena sudah banyak situs-situs penjualan album dan merchandise K-POP di Indonesia contohnya yes24.co.id dan melodiary.com. Mereka terkadang juga akan mencari barang yang limited edition seperti album spesial, lightstick (seperti lampu kecil yang digunakan untuk menonton konser), gantungan kunci, dll di situs-situs penjualan produk korea di luar Indonesia seperti caroussel.com, yesasia.com dan kpoptown.com. Selain itu, bagi para penggemar penyanyi Korea di Indonesia yang sedang berkunjung ke Korea dan ingin menyaksikan idolanya tampil di Korea, biasanya mereka akan membeli tiket di situs-situs resmi penjualan tiket pertunjukan Korea, contohnya di situs ticket.interpark.com. Penjualan album penyanyi Korea idola remaja Indonesia itu juga selalu direkap oleh chart album nasional, seperti Gaon Album Chart. Menurut wikipedia.org, Gaon Album Chart  melihat peringkat penjualan album fisik di domestik maupun internasional secara per minggu, bulan dan tahun terakhir. Hal ini sesuai dari data offline yang diberikan oleh label rekaman dan distributor. 

     Selain dari musik dan dan drama, makanan Korea juga diminati oleh masyarakat Indonesia, terutama remaja. Hal ini disebabkan karena globalisasi budaya antara Indonesia dan Korea, contohnya sekarang kita dapat melihat banyaknya produk makanan Korea di setiap minimarket Indonesia, dimulai dari makanan ringan seperti snack hingga mie instant , dan juga tedapat restoran Korea di berbagai mall. Hampir setiap mall di Indonesia mempunyai restoran Korea dan tidak jarang restoran tersebut selalu penuh dan pengunjung harus melakukan waiting list untuk dapat menikmati makanan di restoran tersebut. Selain itu, karena masyarakat Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam, hal ini pun tidak luput dari perhatian produsen makanan Korea yang ingin mengekspor produknya ke Indonesia. Untuk itu, para produsen makanan Korea berlomba-lomba untuk membuat produk yang halal agar dapat meningkatkan ekspor makanan ke Indonesia. Menurut berita yang tertulis di food.detik.com ekspor makanan halal Korea termasuk ke GCC (Gulf Cooperation Council-negara Timur Tengah yang terdiri aliansipolitik dan ekonomi dari enam negara-Arab TimurTengah yaitu Saudi Arabia , Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Oman) tahun lalu menyentuh $860 juta (Rp 11,9 triliun), pada 2010 sampai 2014, ekspor makanan halal naik 69,3 persen yang melampaui pertumbuhan 51,5 persen pada ekspor pertanian dan makanan secara keseluruhan. Disamping negara GCC, ekspor ke Indonesia, Malaysia dan Iran juga meningkat secara signifikan. Menurut food.detik.com, salah satu contoh produsen perusahaan makanan Korea yang telah mendapatkan izin sertifikasi untuk produksi makanan dan minuman halal di Indonesia adalah Maeil Dairies Co. yang mendapat sertifikat dari Majelis Ulama Indonesia akhir tahun 2015 lalu yang menjadi prasyarat untuk menjual makanan halal di Indonesia.
 
      Budaya masyarakat Korea yang gemar menggunakan teknologi canggih yang sering ditampilkan dalam drama dan acara reality show Korea pun ternyata juga menyebabkan masyarakat Indonesia ingin menggunakan teknologi canggih tersebut. Karena globalisasi yang terjadi antara Indonesia dan Korea, maka dengan mudah elektronik buatan Korea tersebut masuk ke Indonesia. Contohnya saja sekarang masyarakat Indonesia lebih memilih memakai produk Samsung sebagai telepon genggam, termasuk produk elektronik untuk rumah tangga seperti TV, AC, dll. Menurut finance.detik.com, Korea bahkan sudah mengalahkan Jepang dalam hal penjualan elektronik di Indonesia untuk telepon genggam dan televisi yang berjenis LCD. Bahkan menurut techno.okezone.com pada kuartal ketiga (Q3) 2015 lalu , produk Samsung mengalami kenaikan penjualan karena perusahaan melihat keuntungannya meningkat menjadi 4,23 miliar poundsterling (sekira Rp88,2 triliun) untuk laba operasional pada Q3 2015, sehingga pendapatan Samsung pada Q3 tumbuh 6 persen jika dibandingkan pada kuartal terakhir.Selain alat elektronik, dalam drama Korea juga sering ditampilkan mobil mewah buatan Korea, seperti produk Hyundai. Memang jika dibandingkan dengan produk Jepang, produk mobil Korea masih kurang diminati di Indonesia, tetapi itu tidak menyurutkan niat produsen Korea untuk mengeluarkan produknya di Indonesia. Contohnya saja menurut otomotif.kompas.com, sejak ada Perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Korea Free Trade Area (AK-FTA , mulai tahun 2016 pajak bea masuk mobil impor Korsel diringankan menjadi tinggal 5 persen. Hal itu menyebabkan produk otomotif asal Korea bisa terus masuk ke Indonesia, dan karena produsen otomotif Korea yang terus berinovasi dalam menciptakan otomotif maka tidak menutupi kemungkinan Korea juga akan menguasai pasar otomotif di Indonesia. 


   Budaya Korea yang terus masuk ke Indonesia melalui peran globalisasi seperti drama Korea dan Korea Pop atau Hallyu Wave yang bisa masyarakat Indonesia saksikan sehari-hari di internet, media sosial, bahkan televisi nasional Indonesia dan menyebabkan produk Korea juga meningkat di Indonesia ini pun mungkin termasuk strategi perencanaan ekonomi yang baik bagi Korea itu sendiri. Para produsen Korea selalu membuat produk buatannya agar dapat dikenal di masyarakat Indonesia seperti melalui drama Korea dengan jalan cerita yang tidak terlalu dibuat-buat dan mencerminkan kehidupan sehari-hari pada orang umumnya, juga membuat masyarakat Indonesia yang menyaksikannya pun merasa senang ditengah kesibukan yang sedang dijalani. Menurut Marc Gobé dalam bukunya yang berjudul Citizen Brand, membawa pengalaman yang bermanfaat atau menggembirakan langsung kepada konsumen dalam rutinitas mereka akan membuat produk merek dari produsen digemari oleh konsumen. Para produsen Korea sedang melaksanakan apa yang telah ditulis di dalam buku tersebut melalui industri hiburan, teknologi, kecantikan, pendidikan, dan ternyata hal itu sangat bermanfaat bagi pertumbuhan budaya dan juga ekonomi Korea. 
 
     Dengan terus berjalannya waktu dan zaman yang semakin modern serta mengalirnya arus globalisasi yang menyebabkan budaya luar yang masuk ke Indonesia, termasuk Korea, tentunya masyarakat Indonesia mengharapkan budayanya dapat berkembang di luar negeri, selain budaya tentu Indonesia juga berharap mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Tentunya Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk hal tersebut. Baru-baru ini seperti yang kita ketahui dari banyak berita bahwa Presiden Indonesia, Joko Widodo berkunjung ke Korea Selatan. Seperti berita yang dilansir di m.tempo.co, tujuan pertemuan pemimpin kedua negara tersebut adalah untuk memperkuat kerjasama serta meningkatkan perdagangan dan investasi Korea di Indonesia. Selain itu, menurut nasional.kompas.com, Presiden Indonesia yang datang untuk memenuhi undangan jamuan makan malam kenegaraan yang digelar Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, mengharapkan budaya Indonesia dapat dikenal oleh masyarakat Korea, salah satunya melalui pertukaran budaya. Sebagai bangsa Indonesia, tentu kita berharap bahwa arus globalisasi yang terjadi di Indonesia pada saat ini tidak menyebabkan budaya dari luar terus mendominasi dan menghilangkan budaya bangsa Indonesia sendiri, dengan selalu menanamkan nilai bahwa budaya Indonesia adalah kekayaan yang tidak ternilai dan merupakan identitas bangsa Indonesia itu sendiri.


Daftar Pustaka

















Gobé, Marc. 2001. Citizen Brand. Jakarta: Penerbit Erlangga.




Senin, 18 Januari 2016

Tugas 4 Ilmu Sosial Dasar

Tugas 4 Ilmu Sosial Dasar
Nama            : Hana Mansjur
NPM              : 13115011
Kelas             : 1KA18
Mata Kuliah : Ilmu Sosial                                  Dasar#


G. Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan
1. Pengertian Masyarakat
      Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
 Berikutnya akan kita pahami tentang masyarakat menurut jenisnya atau tipenya yang secara umum dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
a. Masyarakat tradisional (sederhana) dan masyarakat modern.
b. Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan

 
A. Masyarakat Desa (Rural Society)
 Masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang disebut desa. Masyarakat desa di negara sedang berkembang seperti Indonesia, bersifat tradisional dan hidupnya masih sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya.

Adapun ciri-ciri masyarakat desa antara lain :

  1. Anggota komunitas kecil
  2. Hubungan antar individu bersifat kekeluargaan
  3. Sistem kepemimpinan informal
  4. Ketergantungan terhadap alam tinggi
  5. Religius magis artinya sangat baik menjaga lingkungan dan menjaga jarak dengan penciptanya, cara yang ditempuh antara lain melaksanakan ritus pada masa-masa yang dianggap penting misalnya saat kelahiran, khitanan, kematian dan syukuran pada masa panen, bersih desa.
  6. Rasa solidaritas dan gotong royong tinggi
  7. Kontrol sosial antara warga kuat
  8. hubungan antara pemimpin dengan warganya bersifat informal
  9. Pembagian kerja tidak tegas, karena belum terjadi spesialisasi pekerjaan
  10. Patuh terhadap nilai-nilai dan norma yang berlaku di desanya (tradisi)
  11. Tingkat mobilitas sosialnya rendah
  12. Penghidupan utama adalah petani. 


B. Masyarakat Perkotaan

  Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karena terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.


Ciri-ciri masyarakat kota (urban) antara lain :
  1. Kehidupan keagamaan berkurang, karena cara berpikir yang rasional dan cenderung sekuler
  2. Sikap mandiri yang kuat  dan tidak terlalu tergantung pada orang lain sehingg cenderung individualistis
  3. Pembagian kerja sangat jelas dan tegas berdasarkan tingkat kemampuan/ keahlian
  4. Hubungan antar individu bersifat formal dan interaksi antar warga berdasarkan kepentingan.
  5. Sangat menghargai waktu sehingga perlu adanya perencanaan yang matang.
  6. Masyarakat cerderung terbuka terhadap perubahan didaerah tertentu (slum) 
  7. Tingkat pertumbuhan penduduknya sangat tinggi
  8. Kontrol sosial antar warga relatif rendah
  9. Kehidupan bersifat non agraris dan menuju kepada spesialisasi keterampilan
  10. Mobilitas sosialnya sangat tinggi karena penduduknya bersifat dinamis, memamanfaatkan waktu dan kesempatan, kreatif, dan inovatif.

2. Hubungan antara Masyarakat Kota dan Desa
    Hubungan antara Masyarakat Kota dan Desa yaitu
·         Adanya ketergantungan Masyarakat kota dalam memenuhi kebutahan sehari-harinya, yaitu masyarakat kota membutuhkan bahan pangan yang dikirim dari pedesaan seperti beras, sayar-mayur, buah-buahan, dan daging hasil ternak dari desa, dan masyarakat kota pun masih memerlukan tenaga kerja kasar dari masyarakat desa seperti petukangan untuk membangun rumah dan pekerjaan kasar lainnya yang tidak biasa dikerjakan oleh masyarakat kota.
·         Masyarakat desa pun memiliki ketergantungan terhadap masyarakat kota yaitu memerlukan pasokan listrik yang para ahlinya dari perkotaan, karena banyak desa yang belum memiliki aliran listrik. Listrik ini juga dibutuhkan masyarakat desa untuk mengetahui Informasi yang ada di kota melalui Televisi yang dibeli dari kota dan barang-barang elektronik lainnya. Masyarakat desa juga memerlukan obat-obatan dan pakaian yang di produksi di kota demi keberlangsungan hidupnya. Dan masyarakat desa juga memerlukan bantuan dari masyarakat kota dimana dalam hal pekerjaan mereka ingin lebih baik lagi yaitu dengan diadakannya sosialisasi ke desa bagiamana teknologi yang canggih yang lebih praktis untuk menangani pekerjaan mereka di desa.

3. Aspek Positif dan Negatif dari Masyarakat Desa dan Kota.

Aspek Negatif:
·         Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persedian lahan pertanian.
·         Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produksi industri modern.
·         Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang menoton.
·         Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
·         Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.

Aspek Positif:
·         Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan.
·         Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
·         Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
·         Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
·         Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah.


4. Faktor Interaksi Desa – Kota:
-          Adanya wilayah – wilayah yang saling melengkapi (regional complementarity) artinya, terdapat kebutuhan timbal balik antar wilayah sebagai akibat adanya perbedaan potensi yang dimiliki oleh tiap wilayah.
-          Adanya kesempatan untuk berintervensi (intervening opportunity) artinya, kedua wilayah memiliki kesempatan melakukan hubungan timbal balik serta tidak ada pihak ketiga yang membatasi kesempatan itu. Adanya campur tangan /intervensi pihak ketiga (wilayah ketiga) dapat menjadi penghambat atau melemahkan interaksi antara dua wilayah.
-          Adanya kemudahan transfer/ pemindahan dalam ruang (spacial transfer ability) artinya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang baik manusia, informasi ataupun barang sangat bergantung dengan faktor jarak, biaya angkasa (transportasi) dan kelancaran prasarana transportasi. Jadi semakin mudah transferbilitas, maka akan semakin besar arus komoditas

5. Aspek Interaksi Desa – Kota:
Aspek Ekonomi, meliputi :
-          Melancarkan hubungan antara desa dengan kota
-          Meningkatkan volume perdagangan antara desa dengan kota
-          Meningkatkan pendapatan penduduk
-          Menimbulkan kawasan perdagangan
-          Menimbulkan perubahan orientasi ekonomi penduduk desa
Aspek Sosial, meliputi :
-          Terjadinya mobilitas penduduk desa dan kota
-          Terjadinya saling ketergantungan antara desa dengan kota
-          Meningkatnya wawasan warga desa akibat terjalinnya pengaruh hubungan antara warga desa dengan warga kota
Aspek Budaya meliputi :
-          Meningkatnya pendidikan di desa yang ditandai dengan meningkatnya jumlah sekolah dan siswanya yang bersekolah
-          Terjadinya perubahan tingkah laku masyarakat desa yang mendapatkan pengaruh dari masyarakat kota
-          Potensi sumber budaya yang terdapat di desa hingga melahirkan arus wisatawan masuk desa

6. Manfaat Interaksi Desa – Kota:
-          Meningkatnya hubungan sosial ekonomi antara penduduk desa dan kota
-          Pengetahuan penduduk desa meningkat
-          Dapat menumbuhkan arti pentingnya pendidikan bagi penduduk desa
-          Dapat menumbuhkan heterogenitas mata pencarian penduduk desa
-          Terjadinya peningkatan pendapatan
-          Terpenuhinya berbagai kebutuhan penduduk baik di perkotaan maupun pedesaan

7. Dampak Interaksi Desa – Kota:
    Interaksi antara dua wilayah akan   melahirkan gejala baru yang meliputi aspek ekonomi, sosial, maupun budaya. Gejala tersebut dapat memberikan dampak bersifat menguntungkan (positif) atau merugikan (negatif ) bagi kedua wilayah.



H. Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan

1. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
A. Empat hal sikap yang ilmiah
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif.
2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.
2. Teknologi
Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah.
 Teknologi, berasal dari literatur Yunani, yaitu technologia, yang diperoleh dari asal kata techne, bermakna wacana seni. Ketika istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ketujuh belas, maknanya adalah pembahasan sistematis atas ‘seni terapan’ atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20, maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material. Yang berarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode.
Dari perspektif sejarah, seperti digambarkan oleh Toynbee (2004, 35) teknologi merupakan salah satu ciri khusus kemuliaan manusia bahwa dirinya tidak hidup dengan makanan semata. Teknologi merupakan cahaya yang menerangi sebagian sisi non material kehidupan manusia. Teknologi, lanjut Toynbee (2004, 34) merupakan syarat yang memungkinkan konstituen-konstituen non material kehidupan manusia, yaitu perasaan dan pikiran , institusi, ide dan idealnya. Teknologi adalah sebuah manifestasi langsung dari bukti kecerdasan manusia.

3. Kemiskinan
  Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain.
A .Ciri-ciri manusia yang hidup di bawah garis kemiskinan
   Mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan, dll.
2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha.
3. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas.
5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
B. Fungsi kemiskinan
1. Kemiskinan menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kotor, tak terhormat, berat, berbahaya, namun dibayar murah. Orang miskin dibutuhkan untuk membersihkan got-got yang mampet, membuang sampah, menaiki gedung tinggi, bekerja di pertambangan yang tanahnya mudah runtuh, jaga malam. Bayangkan apa yang terjadi bila orang miskin tidak ada. Sampah bertumpuk, rumah dan pekarangan kotor, pembangunan terbengkalai, Banyak kegiatan ekonomi yang melibatkan pekerjaan kotor dan berbahaya yang memerlukan kehadiran orang miskin.
2. Kemiskinan memperpanjang nilai-guna barang atau jasa. Baju bekas yang tak layak pakai dapat dijual (diinfakkan) kepada orang miskin, termasuk buah-buahhan yang hampir busuk, sayuran yang tidak laku, Semuanya menjadi bermanfaat (atau dimanfaatkan) untuk orang-orang miskin.
3. Kemiskinan mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil, karena dibayar murah, mengurangi biaya produksi dan akibatnya melipatgandakan keuntungan. Petani tidak boleh menaikkan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.
4. Kemiskinan menyediakan lapangan kerja. Karena ada orang miskin, lahirlah pekerjaan tukang kredit, aktivis-aktivis LSM yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional, dan yang pasti berbagai kegiatan yang dikelola oleh departemen sosial. Tidak ada komoditas yang paling laku dijual oleh Negara Dunia Ketiga di pasar internasional selain kemiskinan.
5. Memperteguh status sosial orang kaya. 
6. Bermanfaat untuk jadi tumbal pembangunan. Supaya tidak menganggu ketertiban dan keindahan kota, pedagang kakilima bila mengganggu lalulintas ditertibkan (ditangkap, dagangannya diambil, dan kerugiannnya tidak diganti).

 Studi Kasus Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan
Alasan Warga Desa yang Sebagian Besar Adalah Petani Tak Ingin Lagi Berkerja sebagai Petani

          1. Petani identik dengan kemiskinan (struktural)
·         Biro Pusat Statistik (BPS) mengungkap Maret 2012, 63 persen dari 29.13 juta penduduk miskin di Indonesia tingal di pedesaan, hal ini secara otomatis dipahami bahwa itu adalah petani dan buruh tani.
·         Profesor Sajogyo mengungkap bahwa kepemilikan lahan petani gurem di Indonesia adalah rata-rata kurang dari 0.5 hektar, dan setiap tahun meningkat sebesar 1.5% per tahun, dan jumlah buruh tani meningkat dengan laju 5% per tahun. Penguasaan lahan oleh Pemerintah lebih banyak diberikan kepada “masyarakat kota” dibanding kepada “masyarakat pedesaan.” Setiap tahun puluhan ribu hektar lahan sawah berubah fungsi menjadi pemukiman, kawasan industri/pabrik-pabrik, kota mandiri, dan bahkan tempat bermain golf.

          2. Petani identik dengan rendahnya pendidikan
Sebagai akibat poin-1 di atas, generasi yang lebih berpendidikan tidak akan memilih profesi petani, sehingga profesi petani adalah pilihan yang terpaksa untuk yang berpendidikan rendah dan orang tua-orang tua. Data BPS berdasarkan Sensus Pertanian 2003 mengungkap bahwa 80 persen dari petani kita hanya menamatkan pendidikan paling tinggi setingkat sekolah dasar (SD).

          3. Kita Suka Yang Instan dan Gampang
Kebijakan pembangunan ekonomi mulai meninggalkan sektor pertanian dengan memacu pertumbuhan industri pengolahan yang penuh ketergantungan pada impor. Ini adalah kebijakan yang mudah dengan mengimpor kita tak perlu bekerja keras untuk memproduksi sendiri kebutuhan keseharian kita. Mengimpor berarti membeli, tidak punya uang ya kita hutang. Negara kita lebih suka mengimpor beras, kedelai, gula, sayuran, daging, padahal kita mempunyai sumber daya alam yang luar biasa banyak, demikian juga luas lahannya. Dan lebih buruknya kita menyadari akan melimpahnya sumber daya alam yang kita miliki ini.



     Krisis ekonomi yang terjadi berkali-kali menunjukkan dan membuktikan bahwa sektor pertanianlah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan mempunyai daya tahan tinggi terhadap krisis ekonomi yang terjadi di banding dengan sektor-sektor lain. Tapi, kita menganak-tirikan sektor pertanian ini. Jika tak diperbaiki dengan semangat kerja keras untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri, sebentar lagi kita tidak hanya mengimpor produk pertanian, bahkan juga akan mengimpor petani untuk memproduksi kebutuhan kita. Dan akhirnya petani asli Indonesia akan menjadi kenangan. 

Sumber :
http://muchad.com/pengertian-masyarakat.html
http://visiuniversal.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-dan-perbedaan-masyarakat.html?m=1
http://kumpulantugassekolahnyarakabintang.blogspot.co.id/2014/11/perbedaan-masyarakat-desa-dan.html?m=1
https://abiand.wordpress.com/tugas/8-ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/
http://iastias.blogspot.co.id/2015/01/masyarakat-desa-dan-masyarakat-kota.html?m=1

Senin, 07 Desember 2015

TUGAS 3 ISD Warga Negara & Negara, Lapisan Sosial & Kesamaan Derajat

                                                                                                  Nama : Hana Mansjur

          NPM : 13115011

          KELAS : 1KA18

         MATA KULIAH :  #ILMU SOSIAL DASAR


A. RINGKASAN MATERI

PENGERTIAN WARGA NEGARA

      Warga negara adalah orang-orang yang menjadi bagian dari suatu penduduk yang menjadi unsur negara itu sendiri . Istilah warga negara lebih sesuai dengan kedudukannya sebagai orang merdeka dibandingkan dengan istilah hamba atau kawula negara karena warga negara mengandung arti peserta, anggota, atau warga dari suatu negara, yakni peserta darisuatu persekutuan yang didirikan dengan kekuatan bersama,dan setiap warga negara mempunyai persamaan hak didalam hukum . Semua warga negara memiliki kepastian hak, privasi, dan tanggung jawab. Setiap warga Negara adalah penduduk suatu Negara, sedangkan setiap penduduk belum tentu warga Negara, karena mungkin seorang asing. Sedangkan seorang asing hanya mempunyai hubungan selama dia bertempat tinggal di wilayah Negara tersebut.Warga Negara Indonesia menurut Pasal 26 UUD 1945 adalah : Orang-orang bangsa Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkan Undang-undang sebagai warga Negara.Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah

1.setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI.
2.anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI.

3.anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga negara asing (WNA), atau sebaliknya.

4.anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.

5.anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI.

6.anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI.

7.anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin.

8.anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.

9.anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah megara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui.

10.anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya.

11.anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari Negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan.

12.anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

Selain itu, diakui pula sebagai WNI bagi:

1.anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing.

2.anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan.

3.anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia.

4.anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.


- Kewarganegaraan Indonesia juga diperoleh bagi seseorang yang termasuk dalam situasi sebagai berikut:

1.Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia

2.Anak warga negara asing yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh warga negara Indonesia.

Jadi, warga negara adalah orang yang tinggal di suatu negara dengan keterkaitan hukum dan peraturan yang ada dalam negara tersebut serta diakui oleh negara, baik warga asli negara tersebut atau pun warga asing dan negara tersebut memiliki ketentuan kepada siapa yang akan menjadi warga negaranya.

 



PENGERTIAN NEGARA
     Negara adalah Suatu satu kesatuan organisasi yang didalam nya ada sekelompok manusia (rakyat), wilayah yang permanent (tetap) dan memiliki kekuasaan yang mana di atur oleh pemerintahan yang berdaulat ,memiliki ikatan kerja yang mempunyai tujuan untuk mengatur dan memelihara segala instrument-instrumen yang ada didalam nya dengan kekuasaan yang ada , dan juga memiliki dasar hukum untuk mengatur tingkah laku masyarakat tersebut . Tugas utama Negara yaitu :

* Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lain

* Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan Negara.


UNSUR NEGARA 

 

- Konstitutif : Negara meliputi wilayah udara, darat, perairan, rakyat, dan pemerintahan yang berdaulat. 

- Wilayah : Batas wilayah suatu negara ditentukan dalam perjanjian dengan negara lain. Perjanjian itu disebut Perjanjian Internasional, Perjanjian dua negra disebut Perjanjian Bilateral, sedangkan apabila dilakukan oleh banyak negara disebut Perjanjian Multilateral

- Rakyat : Harus ada orang yang berdiam di negara tersebut dan untuk menjalankan pemerintahan. 

- Pemerintah : Negara harus mempunyai suatu badan yang berhak mengatur dan berwenang merumuskan serta melaksanakan peraturan yang mengikat rakyatnya.

  

BENTUK NEGARA


- Negara Kesatuan (Unitarisme) 

Negara yang merdeka dan berdaulat, dimana kekuasaannya atau pemerintahannya berada di Pusat. Segala sesuatu dalam negara diatur langsung oleh pemerintah pusat Dampak Positif: 

- Berlakunya peraturan yang sama di setiap wilayah Negara

- Penghasilan daerah dapat digunakan untuk keperluan seluruh Negara.

 

  BENTUK KENEGARAAN


- Negara Dominion : Bentuk ini hanya terdapat di lingkungan kerajaan Inggris. Negara Dominion adalah semua Negara jajahan Inggris, dan tetap mengakui Raja Inggris sebagai rajanya walaupun Negara tersebut sudah merdeka. Negara-negara tersebut tergabung dalam “The British Commonwealth of Nations”. 

- Negara Uni : Gabungan dua negara dengan satu kepala Negara. 

- Uni Riil : Terjadi karena adanya perjanjian

- Uni Personil : Terjadi karena kebetulan 

- Negara Protektorat : Negara yang berada di bawah perlindungan Negara lain.

 

 SIFAT-SIFAT NEGARA


 - Memaksa, Negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan fisik secra legal agar tercapai ketertiban dan mencegah timbulnya anarki.

- Monopoli, Negara mempunyai hak kuasa tunggal dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat. Sifat mencakup semua, Semua peraturan perundang-undangan berlaku untuk setiap orang tanpa kecuali.

 

 

 PENGERTIAN LAPISAN SOSIAL & KESAMAAN DERAJAT

 

1. Pelapisan Sosial

Istilah stratifikasi berasal dari akar kata strata atau stratum yang berarti lapisan. oleh karena social stratification sering diterjemahkan sebagai pelapisan masyarakat. Pitrim A. sorokin memberikan  definisi pelapisan adalah perbedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis). Seperti : kelas atas, tengah dan bawah.

2. Persamaan derajat.

Persamaan drajat berdasarkan pasal 1 UUD 1945 yang berbunyi: sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. Meraka dikaruniai akal dan budi dan hendaknya bergaul satu sama lainnya dalam persaudaraan

 

 FAKTOR-FAKTOR LAPISAN SOSIAL & KESAMAAN DERAJAT


      Ada beberapa faktor yang melatar belakangi terjadinya lapisan sosial & persamaan derajat, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Faktor kekayaan

         faktor ini dapat di jadikan sebagai ukuran yang orientasinya kepada harta benda yang dimiliki oleh sekelompok orang, barang siapa yang mempunyai kekayaan paling banyak. Maka, dia akan berada pada kelas teratas seperti contoh mobil pribadi, cara bagaimana menggunakan pakaian dan kebiasaan berbelanja barang mahal.

2. Faktor kekuasaaan

barang siapa yang mempunyai kekuasaan atau wewenang dalam masyarakat maka dialah termasuk pada kelas teratas

3. Faktor  kehormatan

Ini adalah salah satu yang menyebabkan terjadinya pelapisan sosial & persamaan derajat, mereka yang paling disegani  dan di hormati maka dia akan mendapatkan penghormatan sekaligus akan menduduki kelas sosial teratas hal seperti ini seringkali kita jumpai di kalangan masyarakat tradisional.

4. Faktor Ilmu pengetahuan

Dalam  hal ini pengetahuan menjadi ukuran utama sebagai timbagan di kalangan kalangan masyarakat yang kadang kala ukuran ini menyebabkan sisi negatif karena di sisi lain terkadang bukan ilmu pengetahuan yang mereka peroleh akan tetapi hanya gelas serjana yang belum tentu di dukung denga performanya di masyarakat

Dari uraian tersebut maka lahirlah yang namanya kelas teratas (uuper class) dan kelas bawah (lower class), masyarakat yang tediri dari tiga kelas yaitu kelas atas (uuper class), kelas menengah (middle class), dan kelas bawah (lower class)

 

 B. STUDI KASUS LAPISAN SOSIAL & KESAMAAN DERAJAT


     Kasus Ade Irma misalnya, setelah 2 tahun memperjuangkan haknya mendapatkan pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo baru bisa menerimanya. Walau keberhasilannya itu harus dibayar mahal dengan nyawanya yang tidak tertolong. Ade, satu diantara sekian banyak pemilik sah kartu keluarga miskin yang ditolak keluhan kesehatannya oleh rumah sakit.
     Risma Alfian, bocah pasangan Suharsono (25) dan Siti Rohmah (24), sudah empat belas bulan tergolek lemah di atas tempat tidurnya. Kepalanya yang terus membesar membuat Risma tidak bisa bangun. Sejak umur satu bulan Risma sudah divonis terkena hydrocephalus (kelebihan cairan di otak manusia sehingga kepala penderita semakin besar). Bidan tempatnya menerima imunisasi meminta Risma segera menjalani operasi atas kelainan kepalanya itu. Operasi tidak bisa dilakukan lantaran butuh biaya yang begitu besar untuk mendanainya. Bahkan dengan memiliki kartu Gakin yang diperolehnya dengan susah payah, juga tidak mampu bisa membawa Risma dalam perawatan medis. Risma ditolak RSCM lantaran tidak indikasi untuk dirawat.
     Dari contoh kasus di atas dapat kita simpulkan bahwa masyarakat kita sekarang ini tidak mampu berobat ke rumah sakit karena dirasakan biayanya sangat mahal. Di negara ini masih terdapat bukti nyata bahwa nyawa seseorang tidak begitu penting dibandingkan dengan uang. Jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah pun tidak sepenuhnya cukup untuk berobat, mereka juga harus mengantre untuk mendapat giliran berobat dengan pasien lain yang mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah. Sementara, rumah sakit selalu memprioritaskan pasien yang mempunyai banyak uang, seperti kelas VIP. Berbeda dengan negara maju yang sangat memprioritaskan masalah kesehatan, mereka selalu bersikap cekatan jika ada pasien dengan kondisi buruk. 

    Untuk itu, dibutuhkan adanya kerjasama dari pihak pemerintah maupun rumah sakit dalam menangani kasus tersebut agar masyarakat mendapatkan haknya, juga dapat mebawa reputasi yang baik bagi rumah sakit dan masyarakat juga akan selalu percaya pada pemerintah.


SUMBER 

 http://bagaspriambodo.blogspot.co.id/2012/11/warga-negara-dan-negara.html

 http://agungyogapratama.blogspot.co.id/2015/01/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

 http://gfebriani18.blogspot.co.id/2012/10/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat.html